Label

Tampilkan postingan dengan label TIK KELAS 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIK KELAS 7. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2011

Kartu Memory

Kartu memori adalah sebuat alat penyimpan data digital; seperti gambar digital, berkas digital ,suara digital dan video digital. Kartu memori biasanya mempunyai kapasitas ukuran berdasarkan standard bit digital yaitu 16MB, 32MB,64MB, 128MB, 256MB dan seterusnya kelipatan dua. Kartu memori terdapat beberapa tipe yang sampai sekarang ini ada sekitar 43 jenis. Jumlah kapasitas terbesar saat ini adalah tipe CF (Compact Flash) dengan 8 GB (info : 1 GB = 1024MB, 1048576KB). Untuk membaca data digital yang disimpan didalam kartu memori kedalam komputer, diperlukan perangkat pembaca kartu memori (memory card reader).

Daftar jenis kartu memori

  • PC Card / PCMCIA.
  • CF (Compact Flash).
    • CFII (Compact Flash Type II).
  • SD (Secure Digital).
    • miniSD.
    • microSD / TransFlash.
    • SDHC (secure digital higt capacity)
  • SM (SmartMedia).
  • MMC (MultiMediaCard).
    • RS-MMC (Reduced-Size MultiMediaCard).
    • MMCmicro.
  • xD-Picture.
  • MS (MemoryStick).
    • MS-Duo (MemoryStick Duo).
    • Memory Stick Micro M2.
  • Intelligent Stick.
  • ยต card.
  • SxS™ Memory Card

Daftar merk kartu memori



Sumber:Up-puji-9a.blogspot.com

Media penyimpanan Data

C









Sumber:Id.Wikipedia.org

D

H

K

P

P samb.

S

U

Z


Menyisipkan File Teks dan Gambar

  • Suatu naskah atau file yang sudah dapat di satukan ke dalam satu file lain sehingga naskah yang pernah ada tidak perlu ditulis atau di ketik ulang dari awal. Fasilitas penggabungan atau penyisipan file ini dikemas dalam menu Insert + File. Langkah-langkah untuk menggabungkan atau penyisipan file ini adalah sebagai berikut

1. Aktifkan file.
2. Klik menu Insert.
3. Klik File.
4. Tunjuk file yang akan di gabungkan atau disisipkan.
5. Tutup jendela penyisipan tersebut.

Sementara untuk naskah atau dokumen yang memerlukan gambar sebagai pelengkap tulisan, Microsoft Word telah menyediakan fasilitas penyisipan gambar. Untuk menyisipkan gambar, ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Klik menu Insert, sorot Pictures.
2. Klik From File.
3. Tunjuk gambar yang akan disisipkan
4. Klik Insert.

Bisa juga dengan cara yang lebih cepat yaitu dengan teknik Copy dan Paste. Selanjutnya untuk mengatur peletakan dan ukuran dapat dilakukan dengan menggeser (drag) gamabar tersebut.

Perhatikan contoh gambar di bawah ini.



Sumber:Up-puji-9a.blogspot.com

Membuat & Mengatur Tabel

Data yang menggunakan table dalam penyajiannya dapat dengan mudah di buat dengan Microsoft Word karena telah menyediakan fasilitas khusus untuk table melalui menu khusus. Adapun langkah-langkah untuk mebuat table adalh sebagai berikut.

1. Letakan kursor pada posisi di mana table akan di tempatkan.
2. Klik menu Table
3. Sorot Insert klik Table, maka akan tampil kotak dialog Insert Tabel seperti berikut.



4. Isi jumlah kolom table pada kotak Number of columns
5. Isi jumlah baris pada kotak Numberr of rows
6. Pada bagian Fixed column width yaitu lebar kolom table di anjurkan Auto.
7. Klik OK



Sumber:Up-puji-9a.blogspot.com

Membuat Header dan Footer

  • Membuat Header/Footer
    Header/Footer adalah area yang berada pada margin atas dan bawah. Area tersebut dapat disisipi teks, gambar, nomor halaman, logo dan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya, lihat Gambar 4.1

    Gambar 4.1 Layout Header/Footer
Berikut ini cara membuat Header/Footer pada dokumen.
  1. Klik menu View – Header/Footer, sehingga posisi kursor akan berada pada area header/footer, yaitu area yang dikelilingi dengan garis putus-putus. Teks pada dokumen akan terlihat redup (Gambar 4.2).
  1. Ketikkan teks atau gambar pada area Header/Footer.
  2. Kemudian gunakan toolbar header and footer dengan fungsi sebagai berikut.

Apabila posisi kursor pada area header, kliklah ikon Switch Between Header and Footer, yang terdapat pada tool bar header and footer.

Untuk menyisipkan nomor halaman, klik ikon Page Number.

Untuk menyisipkan tanggal yang berlaku, klik ikon Date.

Untuk menyisipkan waktu yang berlaku, klik ikon Time


  • Membuat Header/Footer pada Halaman Berbeda
    Apabila pada halaman pertama atau awal akan diberi header/ footer yang berbeda dengan halaman berikutnya, lakukanlah dengan mengikuti cara berikut ini :
  1. Klik menu View, kemudian Header/Footer, sehingga kursor akan berada pada area header/footer, dan toolbar header and footer akan terlihat.
  2. Pada kotak dialog Page Setup, klik tab Layout, dan tandai opsiDifferent first page.
  3. Apabila diinginkan agar header/footer pada halaman genap dan ganjil berbeda, maka tandai pilihan Different Odd and Even
  4. Klik Ok untuk keluar dari kotak dialog Page Setup
  • Penyisipan Nomor Halaman
    Nomor halaman pada dokumen dapat ditambahkan pada saat menyisipkan item-item ke dalam header/footer. Posisi nomor halaman dapat diatur seperti halnya mengatur item lainnya dalam header / footer. Misalnya penomoran halaman yang ingin diatur dengan menggunakan perataan kanan ataupun perataan tengah.
    Untuk menyisipkan penomoran halaman, lakukan dengan mengklik menu Insert kemudian Page Numbers atau dengan mengklik ikon Page Number pada toolbar header and footer.
    Dokumen panjang seperti karya tulis, laporan, tesis, dan lain sebagainya, biasanya mempunyai format penomoran halaman yang sudah baku. Misalnya saja pada dokumen tesis, halaman daftar isi dan kata pengantar selalu menggunakan angka romawi, dan bab pertama dimulai dengan angka 1.
    Berikut ini cara menyisipkan nomor halaman pada dokumen.
  1. Klik menu Insert > Page Numbers sehingga akan muncul kotak dialog Page Numbers (Gambar 4.3)
  2. Pada kotak dialog tersebut, tentukan posisi penomoran halaman pada kotak Position, yaitu Top of Page (penomoran di atas/header] atau Bottom of Page (penomoran di bawah/ footer).
  3. Untuk memilih perataan penomoran halaman, klik menu drop down pada kotak Alignment.
  4. Tampilan penomoran halaman sebelum dieksekusi bisa dilihat pada kotak Preview.
  5. Jika nomor halaman pada halaman pertama juga tercetak, tandai kotak Show Number on First Page.
  6. Klik tab Format untuk mengatur format penomoran (Gambar 4.4)
  7. Pilihlah format angka yang akan ditampilkan pada kotak Number Format.
  8. Tandai kotak Include Chapter Number untuk mencetak nomor bab dokumen dengan nomor halaman, sebagai contoh II-I, II-2, dan seterusnya.
  9. Tandai opsi Continue from Previous Section untuk melanjutkan penomoran halaman dari section sebelumnya. Jika penomoran tidak melanjutkan dari section sebelumnya, tandai opsi Start at, dan isikan nomor halaman yang akan dimunculkan pada halaman pertama dari section yang dipilih.
  10. Klik OK untuk keluar dari kotak dialog Page Number
    Format, dan klik OK sekali lagi untuk keluaran dari kotak dialogPage Number sehingga penomoran akan disisipkan pada dokumen.


Gambar 4.3 kotak dialog Page Numbers

Gambar 4.4 kotak dialog Page Numbers Format



Sumber:Sunaryotandi.wordpress.com

Unit Pengolah Pusat

Unit Pengolah Pusat (UPP) (bahasa Inggris: CPU, singkatan dari Central Processing Unit), merujuk kepada perangkat keras komputer yang memahami dan melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak. Istilah lain, prosesor (pengolah data), sering digunakan untuk menyebut CPU. Adapun mikroprosesor adalah CPU yang diproduksi dalam sirkuit terpadu, seringkali dalam sebuah paket sirkuit terpadu-tunggal. Sejak pertengahan tahun 1970-an, mikroprosesor sirkuit terpadu-tunggal ini telah umum digunakan dan menjadi aspek penting dalam penerapan CPU.
Komponen CPU
Komponen CPU terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.
  • Unit kontrol yang mampu mengatur jalannya program. Komponen ini sudah pasti terdapat dalam semua CPU.CPU bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil intruksi-intruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output. Dengan demikian tugas dari unit kendali ini adalah:
    • Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
    • Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
    • Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
    • Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU.
    • Menyimpan hasil proses ke memori utama.
  • Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan/atau instruksi yang sedang diproses. Memori ini bersifat sementara, biasanya di gunakan untuk menyimpan data saat di olah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya. Secara analogi, register ini dapat diibaratkan sebagai ingatan di otak bila kita melakukan pengolahan data secara manual, sehingga otak dapat diibaratkan sebagai CPU, yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika.
  • ALU unit yang bertugas untuk melakukan operasi aritmetika dan operasi logika berdasar instruksi yang ditentukan. ALU sering di sebut mesin bahasa karena bagian ini ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder.
Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan (¹ ), kurang dari (<), kurang atau sama dengan (£ ), lebih besar dari (>), dan lebih besar atau sama dengan (³ ).
  • CPU Interconnections adalah sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register-register dan juga dengan bus-bus eksternal CPU yang menghubungkan dengan sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan /keluaran.
J Cara Kerja CPU
Saat data dan/atau instruksi dimasukkan ke processing-devices, pertama sekali diletakkan di RAM (melalui Input-storage); apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit di Program-storage, namun apabila berbentuk data ditampung di Working-storage). Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di Program Counter. Sedangkan data diambil oleh Control Unit dari Working-storage untuk ditampung di General-purpose register (dalam hal ini di Operand-register). Jika berdasar instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah arithmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung di Accumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil pengolahan di Accumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit akan menjemput hasil pengolahan dari Working-storage untuk ditampung ke Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan ke output-devices.
J Fungsi CPU
CPU berfungsi seperti kalkulator, hanya saja CPU jauh lebih kuat daya pemrosesannya. Fungsi utama dari CPU adalah melakukan operasi aritmatika dan logika terhadap data yang diambil dari memori atau dari informasi yang dimasukkan melalui beberapa perangkat keras, seperti papan ketik, pemindai, tuas kontrol, maupun tetikus. CPU dikontrol menggunakan sekumpulan instruksi perangkat lunak komputer. Perangkat lunak tersebut dapat dijalankan oleh CPU dengan membacanya dari media penyimpan, seperti cakram keras, disket, cakram padat, maupun pita perekam. Instruksi-instruksi tersebut kemudian disimpan terlebih dahulu pada memori fisik (RAM), yang mana setiap instruksi akan diberi alamat unik yang disebut alamat memori. Selanjutnya, CPU dapat mengakses data-data pada RAM dengan menentukan alamat data yang dikehendaki. 
Saat sebuah program dieksekusi, data mengalir dari RAM ke sebuah unit yang disebut dengan bus, yang menghubungkan antara CPU dengan RAM. Data kemudian didekode dengan menggunakan unit proses yang disebut sebagai pendekoder instruksi yang sanggup menerjemahkan instruksi. Data kemudian berjalan ke unit aritmatika dan logika (ALU) yang melakukan kalkulasi dan perbandingan. Data bisa jadi disimpan sementara oleh ALU dalam sebuah lokasi memori yang disebut dengan register supaya dapat diambil kembali dengan cepat untuk diolah. ALU dapat melakukan operasi-operasi tertentu, meliputi penjumlahan, perkalian, pengurangan, pengujian kondisi terhadap data dalam register, hingga mengirimkan hasil pemrosesannya kembali ke memori fisik, media penyimpan, atau register apabila akan mengolah hasil pemrosesan lagi. Selama proses ini terjadi, sebuah unit dalam CPU yang disebut dengan penghitung program akan memantau instruksi yang sukses dijalankan supaya instruksi tersebut dapat dieksekusi dengan urutan yang benar dan sesuai.
J Percabangan instruksi
Pemrosesan instruksi dalam CPU dibagi atas dua tahap, Tahap-I disebut Instruction Fetch, sedangkan Tahap-II disebut Instruction Execute. Tahap-I berisikan pemrosesan CPU dimana Control Unit mengambil data dan/atau instruksi dari main-memory ke register, sedangkan Tahap-II berisikan pemrosesan CPU dimana Control Unit menghantarkan data dan/atau instruksi dari register ke main-memory untuk ditampung di RAM, setelah Instruction Fetch dilakukan. Waktu pada tahap-I ditambah dengan waktu pada tahap-II disebut waktu siklus mesin (machine cycles time).
Penghitung program dalam CPU umumnya bergerak secara berurutan. Walaupun demikian, beberapa instruksi dalam CPU, yang disebut dengan instruksi lompatan, mengizinkan CPU mengakses instruksi yang terletak bukan pada urutannya. Hal ini disebut juga percabangan instruksi (branching instruction). Cabang-cabang instruksi tersebut dapat berupa cabang yang bersifat kondisional (memiliki syarat tertentu) atau non-kondisional. Sebuah cabang yang bersifat non-kondisional selalu berpindah ke sebuah instruksi baru yang berada di luar aliran instruksi, sementara sebuah cabang yang bersifat kondisional akan menguji terlebih dahulu hasil dari operasi sebelumnya untuk melihat apakah cabang instruksi tersebut akan dieksekusi atau tidak. Data yang diuji untuk percabangan instruksi disimpan pada lokasi yang disebut dengan flag.
J Bilangan yang dapat ditangani
Kebanyakan CPU dapat menangani dua jenis bilangan, yaitu fixed-point dan floating-point. Bilangan fixed-point memiliki nilai digit spesifik pada salah satu titik desimalnya. Hal ini memang membatasi jangkauan nilai yang mungkin untuk angka-angka tersebut, tetapi hal ini justru dapat dihitung oleh CPU secara lebih cepat. Sementara itu, bilangan floating-point merupakan bilangan yang diekspresikan dalam notasi ilmiah, di mana sebuah angka direpresentasikan sebagai angka desimal yang dikalikan dengan pangkat 10 (seperti 3,14 x 1057). Notasi ilmiah seperti ini merupakan cara yang singkat untuk mengekspresikan bilangan yang sangat besar atau bilangan yang sangat kecil, dan juga mengizinkan jangkauan nilai yang sangat jauh sebelum dan sesudah titik desimalnya. Bilangan ini umumnya digunakan dalam merepresentasikan grafik dan kerja ilmiah, tetapi proses aritmatika terhadap bilangan floating-point jauh lebih rumit dan dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih lama oleh CPU karena mungkin dapat menggunakan beberapa siklus detak CPU. Beberapa komputer menggunakan sebuah prosesor sendiri untuk menghitung bilangan floating-point yang disebut dengan FPU (disebut juga math co-processor) yang dapat bekerja secara paralel dengan CPU untuk mempercepat penghitungan bilangan floating-point. FPU saat ini menjadi standar dalam banyak komputer karena kebanyakan aplikasi saat ini banyak beroperasi menggunakan bilangan floating-point.






Sumber:Up-puji-9a.blogspot.com

mengatur Paragraf dan spasi

Dalam menentukan ukuran paragraph dan spasi dapat di lakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Klik menu Format.
2. Klik Paragraph, mak akan tampil kotak dialog Paragra ph, seperti di bawah ini.


3. Pada bagian Alignment, tentukan apakah paragraph yang anda buat akan berbentuk berikut.

  • Left (rata kiri)
  • Centered (rata tengah)
  • Right (rata kanan)
  • Justified (rata kanan dan kiri)

4. Pada Bagian Indentation, tentukan pilihan anda berikut ini

  • Left untuk menentukan jarak indentasi dari margin kiri.
  • Right untuk menentukan jarak spasi sesudah paragraph.

5. Pada bagian Spacing, tentukan jarak spasi pilihan anda berikut ini.

  • Before untuk menentukan jarak spasi sebelum paragraph.
  • After untuk menentukan jarak spasi sesudah paragraph.


6. Pada bagian Line spacing tentukan pilihan anda berikut ini

  • Single untuk jarak satu spasi.
  • 1,5 lines untuk jarak satu setengah spasi.
  • Double untuk jarak dua spasi.
  • At Least untuk jarak spasi minimal.
  • Exactly untuk jarak spasi yang pasti.
  • Multiple untuk menggadakan jarak spasi.
7. Klik OK.
Sumber:Up-puji-9a.blogspot.com

Menggunakan Bullets dan Numbering

  • Sebuah symbol yang mengawali penulisan baris paragraph di sebut Bullets. Untuk memberi bullets, langkah-langkahnya sebagai berikut.
(1) BlOK terlebih dahulu paragraph yang ingin di beri bullets.
(2) Klik Format g Bullets and Numbering.
(3) Tunggu sampai muncul kotak dialog Bullets and Numbering.
(4) Klik tab Bullets, pilih jenis bullets yang di inginkan.
(5) Akhiri dengan mengklik tombol OK.

Pemberian nomor yang mengawali penulisan baris paragraph di sebut dengan Numbering. Untuk numbering, langkahnya sebagai berikut.
(1) BlOK terlebih dahulu paragraph yang ingin di beri nomor.

(2) Klik Format g Bullets and Numbering.
(3) Tunggu sampai muncul kotak dialog Bullets and Numbering.
(4) Klik tab Numbering, pilih jenis penomoran yang kita inginkan.
(5) Akhiri dengan mengklik tombol OK.



Sumber:Up-puji-9a.blogspot.com

Mengubah Ukuran dan Jenis Huruf


Dalam keadaan default, ukuran font (huruf) dan jenis font yang terpasang pada Microsoft Word adalah ukuran 12 pt (point) dengan jenis huruf Times New Roman
Untuk mengubah ukuran dan jenis huruf, ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Klik menu Format.
2. Klik Font, maka akan tampil kotak dialog Font seperti gambar di bawah.


3. Pada kotak Font, pilih jenis font yang anad inginkan.
4. Pada kotak Font Style, pilih bentuk font : Bold (tebal), Italic (miring), Regular (normal).
5.Pada kotak Size, pilih ukuran yang anda inginkan.
6. Setelah selesai mengklik Default, maka akan tampil kotak dialog pertayaan seperti berikut.





Sumber:Up-puji-9a.blogspot.com